Sudah menjadi rahasia umum dikalangan petambak, nelayan dan pengusaha budidaya ikan bahwa biaya produksi terbesar dalam budidaya mulai dari ukuran siap tebar di kolam, tambak atau keramba jaring apung laut hingga ukuran siap-jual dipasaran adalah pakan. Saya mempunyai kecurigaan yang kuat bahwa selain kerusakan perairan di lingkungan areal pertambakan atau keramba jaring apung adalah karena limbah budidaya dan rusaknya ekosistem pesisir, ketidakberlangsungan usaha budidaya ikan yang terjadi di banyak daerah adalah juga akibat pengelolaan pakan yang tidak.....selengkapnya
Mungkin sulit dibayangkan jika nata de coco yang biasa kita makan, suatu saat muncul di hadapan kita dalam bentuk layar televisi atau monitor komputer. Tapi para ilmuwan dari Kyoto University telah.....selengkapnya
Transplantasi DTP Alogenik dari anggota keluarga/kerabat
Transplantasi DTP allogenik dari donor kerabat dekat/keluarga dengan HLA yang sesuai efektif untuk terapi pasien kelainan darah [12]. Donor DTP Alogenik biasanya.....selengkapnya
Pemerintah Indonesia di akhir tahun 2007 menetapkan tahun 2008 sebagai Tahun Kunjungan Wisata (TKW), mampukah kita menyemarakkannya? Target Wisatawan Mancanegara dalam TKW 2008 ini adalah 7 juta orang. Untuk tahun 2007,.....selengkapnya
Seorang kawan yang sedang melanjutkan studi doktoral di Amerika Serikat beberapa waktu lalu berkata kepada saya, "Bagaimana nih, Indonesia? Prakiraan cuacanya kok masih sering salah?" Kawan saya lalu membandingkannya dengan prakiraan.....selengkapnya
Sudah menjadi hal yang lazim jika tali pusat (ari-ari) bayi dibuang atau dikubur setelah melahirkan. Namun seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transplantasi dan sel induk (stem cell),.....selengkapnya
Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia (human security). Menurutnya, keamanan manusia (human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ...selengkapnya
Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance. Arsip lalu