Senin, 26 Mei 2008 | dibaca 1356x Jalan Licin Paradigma Keamanan Alternatif: Keamanan Manusia dan Pembajakan Wacana oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad
 Dalam kolom perspektif di situs ini (April 2008), Heru Susetyo mengajukan gagasannya mengenai perlunya paradigma keamanan yang tidak hanya berpusat pada keamanan militer dan teritorial saja. Ia merujuk pada paradigma keamanan komprehensif yang bertumpu pada keamanan manusia ( human security). Menurutnya, keamanan manusia ( human security) menjadi pilihan karena konsep ini secara komprehensif mampu menjembatani kepentingan keamanan antara kepentingan keamanan militer dengan keamanan ekonomi, pangan, energi, pribadi, politik, komunitas, dan keamanan lingkungan. Fakta bahwa berbagai ancaman yang menganggu stabilitas dan integrasi nasional kini lebih banyak berasal dari dalam negeri dengan sebab-sebab yang tak melulu kemiliteran membuat argumentasi ini terasa kuat. ... selengkapnya Pegiat Komunitas Aset Bangsa. Saat ini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Komsat Kyoto-Shiga. Bersama dengan para peneliti Jepang yang peduli Indonesia di Kyoto dan sekitarnya, saat ini tengah merintis FOSBIK (Forum Studi Berita Indonesia di Kyoto) yang diharapkan akan menjadi embrio bagi pusat kajian Indonesia di Jepang. Alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI ini kini sedang melanjutkan studi di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Kyoto. Bidang yang didalami adalah isu-isu strategis dan keamanan kontemporer, terorisme, hubungan Utara-Selatan, hubungan Islam-Barat, sejarah poskolonial, ekonomi politik, hak asasi manusia, dan global governance.
Selasa, 1 April 2008 | dibaca 3655x Dari Keamanan Militer Menuju Keamanan Manusia : Menuju Paradigma Alternatif Keamanan Nasional Indonesia oleh Heru Susetyo
 Pascaperang dingin ( cold war), konsep tentang keamanan ( security) telah banyak mengalami perkembangan. Mely Caballero-Anthony (2004) menyebutkan minimal ada tiga pandangan tentang keamanan. Pandangan pertama adalah yang beranggapan bahwa ruang lingkup keamanan adalah lebih luas daripada semata-mata keamanan militer ( military security). Pandangan kedua adalah menentang perluasan ruang lingkup daripada keamanan dan lebih cenderung konsisten dengan status quo. Pandangan ketiga tidak saja memperluas cakupan bahwa keamanan adalah lebih luas dari semata-mata ancaman militer dan ancaman negara, namun juga berusaha untuk memperlancar proses pencapaian emansipasi manusia ( human emancipation). ... selengkapnya
Kini disamping bekerja sebagai sebagai Staf Pengajar tetap di FHUI, juga mengajar di beberapa perguruan tinggi di Jakarta, menjadi advokat di LSM PAHAM dan firma hukum SPARTAN, juga menjadi aktivitas kemanusiaan di beberapa NGO bidang kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia di Indonesia.
Sampai kini tertarik untuk mendalami issue tentang Hak-Hak Asasi Manusia, Kebijakan Sosial (social policy), Pembangunan Sosial (social development), Hukum Internasional, dan Civic Education.
Senin, 3 Desember 2007 | dibaca 2959x Memajukan Industri Indonesia: Impian atau Realita oleh Dr. Marsudi Budi Utomo
 Dalam suatu kesempatan jalan-jalan di kawasan Industri MM2100 di Cikarang Barat, Cibitung, Bekasi, saya mencatatkan beberapa kesan spektakuler. Bahwa, ternyata di negara saya, Indonesia tanah air saya ini, ada gugusan industri-industri besar yang dipenuhi dengan peralatan-peralatan produksi serba canggih. Dari nama yang terpampang di depan gerbang MM2100 kentara bahwa sebagian besar penghuni areal kluster industri ini adalah industri asing terutama Jepang. ... selengkapnya Senior Staf Shindengen Electric Japan, Peneliti ISTECS Jepang, dan Ketua PIP PKS Jepang.
Selasa, 19 Juni 2007 | dibaca 3282x Iklan Universitas, Cermin Pendidikan Tinggi Kita oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Menyambut tahun ajaran baru, halaman koran tanpa henti dipenuhi dengan iklan universitas. Memperhatikan tampilan iklan universitas, kelihatannya kita bisa membayangkan kemana mahasiswa kita nanti akan dibawa setelah lulus. Gedung yang megah dan suasana yang menyenangkan nampak paling ditonjolkan daripada isi pengajaran, baik kurikulumnya apalagi tenaga pengajar dan pengelolanya. Dari sini, dapat diterka bahwa gelar lebih ditonjolkan daripada kualitas. Dalam bahasa salah satu iklan universitas, "kedangkalan daripada kedalaman" pengetahuan. ... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
Rabu, 13 Juni 2007 | dibaca 1622x Science is Fun, but Doing Science in Indonesia is not Funny at all oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Tanggal 8-13 Mei lalu diluncurkan program Science for All dengan tujuan untuk membuka minat generasi muda dari tingkat SD terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan memang menyenangkan, tapi kenyataannya menjadi ilmuwan di Indonesia saat ini adalah pengorbanan. Harus ada upaya pada kedua sisi sehingga generasi muda menyenangi ilmu pengetahuan karena menyenangkan dan menjanjikan sebagai profesi masa depan. ... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
Sabtu, 28 April 2007 | dibaca 2350x Hasil Asian Games, Cermin Kebersamaan Bangsa oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Pesta Olahraga Asia, Asian Games di Doha, Qatar baru saja selesai. Prestasi atlet-atlet Indonesia tidak dapat dibanggakan karena sebagai negara dengan penduduk ke-3 terbesar di Asia, dalam jumlah total medali (emas, perak, perunggu), Indonesia hanya menduduki peringkat ke-17. Tidak mengherankan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (MENPORA) pun dengan tegas menyatakan bahwa tim Indonesia telah gagal. Indikatornya, target 4 emas yang dicanangkan hanya menghasilkan 2 emas. Di antara negara ASEAN pun, posisi Indonesia terpuruk. Thailand pada posisi ke-5, Malaysia ke-9, Singapura ke-14 dan bahkan Vietnam pada urutan ke-15. Hasil Asian Games ini, bagi Indonesia juga yang terburuk sejak 15 tahun silam. Sehingga MENPORA berjanji untuk segera mengevaluasi sebab kekalahan atlet-atlet Indonesia ini. ... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
Selasa, 24 April 2007 | dibaca 1536x "Sumbangan" Bush untuk Sains Dunia ? oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Presiden AS, George Walker Bush telah datang ke Indonesia, 20 November 2006 yang lalu. Dengan segudang harapan, Pemerintah pun antara lain menggelar pertemuan Bush dengan 9 wakil Indonesia dari berbagai profesi antara lain bidang sains yang diwakili dari BPPT dan LIPI. Sebenarnya seberapa pedulikah Bush terhadap sains? Ini perlu diperhatikan sebelum kita berharap hasil positif dari pertemuan itu khususnya untuk pengembangan bidang sains di Indonesia. ... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
Jumat, 20 April 2007 | dibaca 4403x Industri Kecil vs Bahan Tambahan Pangan oleh Dr. Slamet Budijanto
 Akhir-akhir ini lembaga konsumen terus gencar melakukan penelitian pelanggaran penggunaan bahan tambahan pangan ( BTP/food additive). Ekpose di media massa dan elektronik, akhir tahun 2006 awal 2007 telah menggemparkan dunia industri pangan. Banyak yang terkena dampaknya, tidak hanya industri kecil pangan bahkan industri besar pun terkena dampaknya. Beberapa pelanggran yang sering ditemukan antara lain: Kesalahan labeling, kelebihan konsentrasi penggunaan BTP dan penggunaan bahan tambahan ilegal. ... selengkapnya Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, Praktisi Agroindustri dan Staf Seafast center IPB.
Senin, 12 Maret 2007 | dibaca 2312x Perlunya Penguatan Teknologi Idustri Kecil (IKM) oleh Dr. Slamet Budijanto
 Pada beberapa tahun terakhir dapat kita lihat banjirnya produk pangan dari luar negeri yang banyak ragamnya, mulai yang bermitra dengan perusahaan di Indonesia atau lebih dikenal dengan toll manufacturing, produk impor legal yang ditandai dengan ML dan produk ilegal. Jika dicermati dengan baik, ternyata produk tersebut tidak hanya dihasilkan oleh industri besar akan tetapi juga dihasilkan oleh industri kecil. Semuanya mempunyai kesamaan yaitu memiliki penampilan produk yang prima, baik dari segi kemasan maupun kualitas produknya. Kemasan produk impor tersebut mempunyai disain yang menarik dan terbuat dari bahan yang baik sehingga dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Dan satu keunggulan lagi adalah harganya yang sangat kompetitif. ... selengkapnya Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, Praktisi Agroindustri dan Staf Seafast center IPB.
Rabu, 7 Maret 2007 | dibaca 1164x Membangun Kluster Riset oleh Dr. Marsudi Budi Utomo
 Kebijakan kluster industri menjadi kecenderungan dalam perencanaan pertumbungan ekonomi dewasa ini. Kebijakan seperti ini mewakili perpindahan dari program pengembangan ekonomi cara tradisional menuju cara anyar. Kebijakan kluster industri ini mengatur sedemikian rupa agar tumbuh hubungan timbal balik secara langsung maupun tidak langsung antar industri-industri yang masuk ke dalam kluster. ... selengkapnya Senior Staf Shindengen Electric Japan, Peneliti ISTECS Jepang, dan Ketua PIP PKS Jepang.
Kamis, 25 Januari 2007 | dibaca 2244x Teknologi, Cegah Kejahatan Pemilu oleh Dr. Marsudi Budi Utomo
 Beberapa waktu yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusulkan sistem pemilu baru, yaitu sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut. Usulan untuk perbaikan pemilu yang akan datang ini digesa menjelang pembahasan paket undang-undang (UU) politik oleh DPR tahun 2007. Usulan ini agaknya mendapat angin, dengan tulisan Harun Husein di harian Republika (14/1), yang mengusulkan perbaikan sistem pemilu yang diusung oleh SBY. ... selengkapnya Senior Staf Shindengen Electric Japan, Peneliti ISTECS Jepang, dan Ketua PIP PKS Jepang.
Rabu, 17 Januari 2007 | dibaca 2158x Reformasi Birokasi melalui Pajak oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Dua tahun terakhir ini, Pemerintah melakukan penerimaan CPNS/calon pegawai negeri sipil cukup besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Beberapa pengamat seperti Laode Ida dalam tulisannya gCPNS dan Reformasi Birokrasih (Kompas, 8/2/06) berharap banyak terhadap masuknya PNS baru sebagai motor reformasi birokrasi. Saya sangat pesimistis mengenainya dan lebih berharap terjadinya reformasi birokrasi karena desakan rakyat yang sadar bahwa dirinya telah berkontribusi pajak terhadap negara. ... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
Rabu, 3 Januari 2007 | dibaca 3164x UKM Manufaktur, Bisakah Alih Teknologi ? oleh Dr. Marsudi Budi Utomo
 Industri di Jepang yang masuk kategori monozukuri atau UKM manufaktur memiliki andil 99.3% dari total jumlah industri. METI Jepang tahun 2005 mencatat ada 293 ribu industri manufaktur dengan klasifikasi jumlah pekerja resmi 4 sampai 30 orang. UKM manufaktur ini mampu menyerap 8.2 juta tenaga kerja, dengan total produksi 98.7 trilyun Yen. UKM manufaktur ini ditengarai sebagai penggesa ekonomi sektor riil sekaligus cikal bakal teknologi di Jepang. Karena itu, pepatah ' Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina', tampaknya harus berubah menjadi ' Tuntutlah teknologi sampai ke negeri Sakura'. ... selengkapnya Senior Staf Shindengen Electric Japan, Peneliti ISTECS Jepang, dan Ketua PIP PKS Jepang.
Jumat, 29 Desember 2006 | dibaca 2343x Ilmuwan Indonesia Harus Bergerak: Sebuah Catatan Akhir Tahun oleh Ubedilah Badrun
 Ada banyak pertanyaan tentang berbagai hal yang sering diajukan disetiap penghujung tahun, tak terkecuali tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia. "Apa kabar IPTEK Indonesia saat ini? ". Tentu saja pertanyaan ini tidak bisa hanya dijawab dengan kalimat "kabarnya baik-baik saja" dengan mimik wajah yang tenang dan tanpa merasa punya tanggungjawab moral. Apalagi jika yang menjawabnya adalah pengambil kebijakan IPTEK atau bahkan jika yang menjawabnya para kaum terpelajar yang disebut ilmuwan Indonesia.
... selengkapnya alumnus S2 Ilmu Politik FISIP UI, divisi kajian pada Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) chapter Japan dan saat ini sedang mendalami budaya dan politik Jepang hingga akhir tahun 2006.
Senin, 25 Desember 2006 | dibaca 2637x Arah Teknologi dan Ideologi oleh Dr. Marsudi Budi Utomo
 Saya kira bahwa teknologi bukan merupakan sesuatu yang bebas. Dia adalah sebuah produk manusia yang terkait dan terikat dengan banyak parameter lainnya, sehingga tidak bebas berdiri sendiri. Teknologi bisa jadi sebuah matrik yang tersusun dari sekian banyak elemen yang menentukan arah dan fungsinya agar memberikan nilai tambah. Tak salah apabila Britanica menyebutkan bahwa teknologi adalah aplikasi dari ilmu pengetahuan ( scientific knowledge) untuk membantu kegiatan dalam kehidupan manusia. ... selengkapnya Senior Staf Shindengen Electric Japan, Peneliti ISTECS Jepang, dan Ketua PIP PKS Jepang.
Kamis, 21 Desember 2006 | dibaca 1435x Dicari, Ide Segar oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Sekarang dunia semakin tanpa batas dengan kemajuan internet, alat komunikasi dan transportasi. Dengan demikian perpindahan barang, manusia termasuk gagasan pun menjadi lebih mudah dan cepat. Dengan demikian persaingan pun menjadi lebih terbuka sekaligus keras/kompetitif. Kita hidup dalam dunia seperti ini. Sadar atau tidak, siap atau belum. ... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
Kamis, 16 November 2006 | dibaca 1574x Pahlawan! oleh Ubedilah Badrun
 Setiap bangsa memiliki sejarahnya sendiri dan karenanya memiliki pahlawannya sendiri. Pahlawan bagi sebuah bangsa adalah spirit yang terus menyala dan menyejarah, ia memberi warna bagi sejarah bangsanya bahkan bagi sejarah kemanusiaan dan peradaban dunia. Namun seringkali karena kontribusinya pada suatu bangsa, sang pahlawan menjadi milik sebuah bangsa saja, ia bukan milik bangsa lain.
... selengkapnya alumnus S2 Ilmu Politik FISIP UI, divisi kajian pada Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) chapter Japan dan saat ini sedang mendalami budaya dan politik Jepang hingga akhir tahun 2006.
Kamis, 24 Agustus 2006 | dibaca 3042x Karakter Bangsa oleh Yuli Setyo Indartono
 Karakter bangsa; kata yang selalu muncul dan seringkali menjadi penutup diskusi perihal penyebab keterpurukan Bangsa Indonesia di berbagai bidang. Bukan hal baru untuk menyatakan bahwa karakter bangsa kita, ekstrimnya, sedang berada di titik nadir. Saya sangat meyakini bahwa perbaikan karakter bangsa merupakan satu kunci terpenting agar bangsa yang besar jumlah penduduknya ini bisa keluar dari krisis dan menyongsong nasibnya yang baru.
... selengkapnya Mahasiswa Program Doktor di Graduate School of Science and Technology,
Kobe University Jepang dan Peneliti ISTECS chapter Jepang. Email: indartono@yahoo.com
Rabu, 16 Agustus 2006 | dibaca 1849x Kemerdekaan Teknologi oleh Romi Satria Wahono
 17 Agustus bagi anak bangsa memiliki arti yang sangat penting, suatu tanggal bersejarah dimana republik ini menyatakan kemerdekaan. Pernyataan merdeka mengandung makna bahwa telah bebas, bebas bukan hanya dari satu penjajah, tapi juga seluruh penjajah yang telah, sedang dan akan menjajah republik kita. Bebas memilih partner dan teman, bebas dalam bekerjasama dengan bangsa apapun di dunia ini. Meskipun secara formal republik sudah merdeka, secara informal republik ini belum bebas. Belum bebas memilih partner dan bekerjasama dengan bangsa lain. Masih banyak tekanan dan paksaan dari bangsa yang lebih kuat dari segi ekonomi, politik maupun militer yang membuat kita sulit bergerak. Ini yang sering disebut oleh para pengamat politik sebagai kita belum merdeka.
... selengkapnya Peneliti LIPI dan Koordinator Umum Komunitas e-Learning Ilmu
Komputer.Com
Rabu, 9 Agustus 2006 | dibaca 3035x Ahmadinejad dan Sampah Bandung oleh Dr. Arief B. Witarto, M.Eng
 Bulan Mei lalu dua peristiwa istimewa terjadi di Indonesia yaitu kunjungan Presiden Iran Ahmadinejad dan sampah Bandung yang sudah berbulan-bulan tidak dibersihkan. Keduanya memiliki dimensi yang sama pada permasalahan teknologi.
... selengkapnya Peneliti pada Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI Cibinong, Bogor.
Departemen Teknologi dan Industri-CIR, Jakarta
|